Surat Terbuka untuk Walikota Bekasi (4) : Jangan Mau Jadi Toko Jahatnya

Assalamu’alaikum Wr wb

Sudah hampir genap setahun sejak sebuah vendor BTS nakal mendirikan Sebuah BTS monopole tanpa izin resmi Pemerintah Kota Bekasi di daerah kami, RW 16 Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi. Sudah hampir setahun sejak Komisi A DPRD Kota Bekasi mBTSelakukan sidak atas BTS liar ini dan menyatakan BTS ini harus disegel. Sudah hampir setahun juga sejak Bapak Wakil Walikota Bekasi beserta seluruh jajarannya mengunjungi BTS liar di tempat kami ini dan menegur langsung developer perumahan kami yang sengaja bekerja sama dengan vendor BTS liar ini dan mengabaikan hukum serta aspirasi masyarakat.

Akhir-akhir ini kami dengar kabar tidak enak. Beberapa oknum dari perusahaan nakal itu sedang coba mengurus IMB BTS liar tersebut di tengah konsistensi penolakan warga terdampak atas BTS liar ini.

Saran terbaik dari kami : SEMOGA BAPAK WALIKOTA BEKASI TIDAK AKAN MENGELUARKAN IZIN RESMI ATAS BTS LIAR INI, BTS LIAR DI RW 16, KEL PEJUANG, KEC. MEDAN SATRIA, KOTA BEKASI.

Jika hal ini sampai terjadi, maka ini adalah preseden buruk bagi hukum dan penegakkannya di Kota Bekasi. Jika ini sampai terjadi, Bapak Walikota “akhirnya” memberikan izin kepada BTS liar itu, maka hal ini akan jadi “dasar pembenaran” bagi semua vendor-vendor BTS lainnya. Hal ini akan jadi “metodologi baru” bagi mereka dalam pendirian BTS. “Tancep dulu BTSnya, lihat ada penolakan apa nggak, kalau tidak “Alhamdulillah” margin besar, kalau ada penolakan, baru urus izin ini-itu ke Pemkot Bekasi”.

Jika hal ini sampai terjadi, Kota Bekasi akan jadi “bulan-bulanan” warga kota lain, para netizen dan semua pihak yang sudah mengetahui kasus ini. Mereka akan semakin puas membully kota Bekasi tercinta ini sebagai kota yang tidak jelas penegakkan hukumnya, bahwa hukum bisa diatur kemudian, bisa dinegosiasikan, dst.

Menurut hemat kami, BTS liar ini harus ditindak dulu. Dirobohkan, diratakan dengan tanah sama seperti sedia kala, seperti janji yang kami terima dari Pak Lurah, katanya kalau sudah SP3 dari Dinas Tata Kota, maka tiang itu harus dirobohkan. Menurut hitungan kami, kalau SP1 keluar pada pertengahan November 2014, dan SP2 keluar pada pertengahan Desember 2014, Maka seharusnya SP3 sudah keluar Januari 2015. Artinya tidak ada jalan keluar BTS ini kecuali dirobohkan.

Saya sendiri warga yang lahir dan besar di Bekasi. Saya tak ingin kota ini jadi semrawut karena aturan tak berbunyi. Kami tidak ingin kelak, semua vendor BTS ramai-ramai mendirkan BTS baru dengan “metodologi baru”: 1. Tancap dulu tiangnya 2. Kalau ada yang protes, atau ketahuan Pemkot Bekasi, baru urus izinnya 3. Toh pada akhirnya akan diizinkan! Naudzubillah !

Kami tidak ingin itu terjadi…

Bapak Walikota Bekasi yang terhormat. Permasalahan BTS liar di RW 16, Kelurahan Pejuang, Medan Satria ini bukan hal sederhana. Bahkan setelah mendapat pengaduan dari Ibu Cahaya Purba (selaku Ketua Aliansi Masyarakat RW 16, 18, 19 Menolak BTS Liar), Komnas HAM Republik Indonesia juga sudah turun tangan dan memberi rekomendasikan TERTULIS / RESMI kepada Bapak Walikota Bekasi untuk menjalin komunikasi dengan warga karena ada indikasi pelanggaran HAM dari sisi ini.

Masalah ini juga tidak main-main, karena sudah terblow up secara massif di media-media nasional dan gaungnya sudah sampai seantero Indonesia, bahkan dunia (setidaknya teman-teman saya di luar negeri sering menanyakan, “bagaimana BTSnya sudah dirobohkan belum?). Silahkan Bapak Walikota searching di Google dengan keyword : “BTS liar Bekasi”, maka di halaman 1 akan keluar semua berita yang berhubungan dengan ini. Menurut saya, Pemkot Bekasi bisa mulai menyelesaikan masalah ini dengan memberikan efek jera bagi para pelaku yang sudah “tertangkap basah” melakukan pelanggaran. Jangan pernah beri mereka izin.

Jangan pernah terjebak pada dialog sepihak soal sinyal, soal keamanan bahan yang digunakan, dll. Karena masalah ini lebih berat dari itu. Ini pelanggaran hukum! Ini penistaan kewibaan hukum ! Ini penistaan kehormatan Pemerintah Kota Bekasi ! Ini penistaan kehormatan warga Bekasi ! Ini penistaan Kota Bekasi !

SAAT INI POSISI PEMERINTAH BEKASI SUDAH BENAR. Pemerintah Kota Bekasi berperan sebagai “pahlawan” yang membela kepentingan warga serta menegakkan hukum dengan menyegel BTS liar itu. Kami berharap, PEMERINTAH KOTA BEKASI JANGAN MAU DIJEBAK PERMAINAN VENDOR BTS LIAR INI DENGAN MENJADIKAN PEMERINTAH KOTA BEKASI SEBAGAI TOKOH JAHATNYA.

Saat ini Pemerintah Kota Bekasi adalah “tokoh baiknya” dan vendor BTS liar itu adalah “tokoh jahatnya”. Jika Pemerintah Kota Bekasi “mau” menuruti kemauan mereka dan akhirnya memberikan izin BTS liar ini, maka posisi akan berubah, di mana Pemkot Bekasi akan jadi tokoh jahatnya. Dan semua yang di atas akan disematkan ke Pemkot Bekasi.

Kami tidak mau itu terjadi!

Kami cinta Kota Bekasi!

Kami masih mendukung Pemkot Bekasi!

Kami rela menunggu setahun, dua tahun dst memberikan waktu dan kesempatan bagi Pemerintah Kota Bekasi untuk merobohkan BTS liar ini daripada harus menyerah dan akhirnya memberikan izin kepada mereka yang jelas sudah merendahkan kewibawaan Pemerintah Kota Bekasi.

Biarlah seperti itu seterusnya. Pemerintah Kota Bekasi jadi penjaga hukum, penjamin hukum, pahlawan bagi kami semua!

Semoga Bapak Walikota dan seluruh jajarannya diberi keistiqomahan oleh Allah swt dan diberikan kebaikan dan keberkahan oleh Allah swt.

Amiiin..

Bekasi, 25 November 2015

 

Hendro Tri Rachmadi

Warga RW 16, Pejuang, Medan Satria, Bekasi

 

Posted in Surat Terbuka | Tagged , , , , | Leave a comment

Daftar Kerugian Masa Lalu

Teruntuk PT.PTP

Berikut ini daftar kerugian saya selama pembangunan tower di depan rumah saya hampir setahun silam :

1. Saya jadi tidak fokus pada pekerjaan, beberapa proyek yang harusnya saya garap jadi hilang, nilai kerugian mencapai 500-600juta rupiah. Selama proses “pemaksaan” pembangunan tower illegal ini berlangsung, pekerjaan saya jadi amburadul semua. Saya rugi banyak. Makanya jangan sok2an merasa rugi material harus memindahkan tower sialan ini ke tempat lain. Saya juga rugi. Kerugian kalian adalah karena kesalahan kalian sendiri. Dan kerugian saya ini adalah akibat kesalahan kalian!

2. Rusaknya hubungan baik dengan pengurus RW. Rumah ini adalah milik orang tua saya sejak awal komplek ini dibangun. Namun saya baru tinggal di sini tahun 2006. Susah payah saya bangun hubungan dengan warga, termasuk dengan pengurus RW yang ada sekarang, tetapi itu kalian rusak dengan pembangunan tower sialan ini. Kini sebagian pengurus RW memusuhi saya karena dianggap pembangkang.

3. Rasa tidak nyaman berbulan-bulan. Saya merasakan suasana permusuhan, intimidasi, tekanan, sampai tekanan verbal selama proses pemaksaan pembangunan tower sialan ini berlangsung. Ini adalah kerugian immaterial yang sangat signifikan

4. Rasa tidak aman. Kami merasa tidak aman. Ketakutan apa yang akan dilakukan pihak-pihak pro tower terhadap kami. Dan ini juga kami rasakan berbulan-bulan.

5. Sakitnya anak saya. Ini adalah kerugian paling mahal di atas poin-poin sebelumnya. 1000 triliun rupiah pun kalian ganti, takkan bisa menggantikan anak yang saya sayangi ini. Gara-gara proses pemaksaan pembangunan tower sialan ini, saya jadi tidak memperhatikan kesehatan anak saya. Akibatnya kesehatannya drop, masuk HCU rumah sakit, dirawat 8 hari dengan hati yang harap-harap cemas. Itu baru perasaan saya. Bagaimana dengan anak saya yang harus merasakan ketidaksadaran, tubuh penuh jarum suntik dan obat dosis tinggi, terbaring berhari-hari di rumah sakit, makan hanya dari selang infus, kalau ganti obat harus merasa sakit karena harus disuntik lagi?

Apa kalian bisa mengganti?

Sontoloyo kalau kalian hanya berpikir rugi 100-200juta akibat harus memindahkan tiang sialan itu dibandingkan kerugian saya di atas?

Posted in Surat Terbuka | Leave a comment

Ketika Pihak Tower Datang Lagi

Setahun sudah pengalaman buruk itu pergi. Kini mereka coba datang lagi. Barusan saya ditelepon pihak Tower. Meminta saya bertemu, berunding… Tentang tower yang kami tolak setahun lalu.

Saya sendiri sudah sangat tidak respek dengan mereka. Walau mereka bilang sekarang manajemen baru, saya tidak peduli. Proses pembuatan tower setahun lalu itu sungguh sangat menyakitkan saya. Terserah Anda bilang saya lebay atau tidak. Tapi sebelum Anda memvonis saya “berlebihan”, Anda sebaiknya tanyakan pada diri sendiri dulu, pernahkah mengalami hal serupa.

Serupa, bukan hanya soal ada tower depan rumah Anda. Serupa, bukan hanya soal ada perbedaan pendapat.

Serupa dalam arti, pernahkah ada orang seenakanya membangun sesuatu di depan rumah Anda dan ILLEGAL. Lalu Anda menolaknya dan penolakan Anda tak digubris.

Serupa dalam arti, pernahkah Anda mengalami kejadian, pulang ke rumah dalam keadaan cape dan masih harus berkonfrontasi secara psikologis dan sering juga kata-kata verbal menyakitkan dengan orang-orang ilegal tadi? Dan kejadian itu berlangsung selama 3 bulan berturut-turut.

Serupa dalam arti, pernahkah Anda mengalami kejadian di usir oleh Pengamanan Khusus Komplek karena dianggap mengganggu proyek mereka, padahal sudah nyata mereka-lah yang melanggar hukum.

Serupa dalam arti, pernahkah gara-gara kasus ini, gara-gara kejadian yang sengat tidak mengenakkan ini dan berlangsung berhari-hari, berbulan-bulan, Anda jadi kurang perhatian pada anak Anda, sehingga daya tahannya melemah, dan akhirnya ia harus masuk HCU, karena RADANG OTAK? Bahkan saya mengetik ini dengan bergetar saat mengingat kejadian memilukan itu. Saya hampir saja kehilangan anak tercinta saya itu. Mungkin Anda yang tak peduli dan tak empati bisa saja bilang, apa hubungannya dengan tower???

Ya terserah saya menghubungkannya, cuma buat saya berhubungan erat. Selama proses pembangunan tower durjana itu, anak saya jadi sangat tak terperhatikan. Konflik dengan pihak tower dan developer kadang membuat saya berperilaku kasar juga pada anak, karena saya terbawa. Lama kelamaan gizinya tak terperhatikan, dan kesehatannya menurun, dan menyakit yang kata tim dokter disebabkan virus itu akhirnya mengenai anak saya.

Itu adalah pengalaman yang tak terlupakan buat saya!!! Dan sangat menyakitkan!

Dan kini ketika tim lobi tower ini datang, saya sudah sangat tidak respek.

Baik ! Kalau memang harusnya warga harusnya mau diajak bicara, penolakannya dimana…

Tapi yang saya minta ROBOHKAN DULU TOWERNYA. Lalu setelah roboh, kita baru bicara dalam suasana yang egaliter, semua mulai dari nol ! Selama tiang itu masih terpasang, posisi kita tidak sederajat. Ini hanya posisi akhir dimana kami hanya tinggal HARUS MENYETUJUI saja. Tidak akan banyak negosiasi berarti dalam pertemuan itu.

Pastinya, akan dibuka semua konsideran yang pasti akan membuat kami menyetujui permintaan mereka.

Pertanyaan saya sederhana sebenarnya, kalau saya tak setuju, apakah tiang itu akan dibongkar? Atau mereka akan tetap mengusahakan agar saya setuju, atau tetap dipasang walau saya tak setuju… Terlihat kan potensi akan tidak imbangnya pertemuan itu.

Entah saya harus minta tolong ke siapa. Saya cuma berharap tiang itu dirobohkan dulu. Hargai kami sebagai manusia. Sebab dulu kami sudah dianggap sebagai sampah. Begitu kalian robohkan tiang itu. Maka kami akan maafkan kalian, karena kalian kini sudah menganggap kami manusia yang bisa diajak bicara. Setelah posisi kita sederajat, sesama manusia, maka mari bicara…

Beberapa link berita dari Detik.com setahun lalu :

http://inet.detik.com/read/2015/01/28/162439/2816749/328/alasan-warga-harapan-indah-menolak-bts-angkuh

http://inet.detik.com/read/2015/01/28/165940/2816815/328/dprd-bekasi-bts-di-harapan-indah-harus-disegel

http://inet.detik.com/read/2015/01/28/162439/2816749/328/alasan-warga-harapan-indah-menolak-bts-angkuh

http://inet.detik.com/read/2015/01/28/153323/2816660/328/ketika-bts-menjadi-tiang-keangkuhan

http://inet.detik.com/read/2015/01/28/145811/2816594/328/bts-membuat-warga-harapan-indah-gelisah

NB : Sejujurnya sebulan ini sampai akhir tahun ini saya mau mengurus kehidupan dan bisnis saya dulu. Tolong kepada pihak tower datanglah lagi tahun depan. Kecuali kalian robohkan dulu tiangnya besok, insya Allah kita bisa ketemu lebih cepat. Sungguh saya sudah muak lihat kalian.

 

 

Posted in Surat Terbuka | Leave a comment

Jangan begitu

Pada orang yang sudah mengakui kesalahannya sebaiknya jawaban anda bukan begitu…

Bukan syukurlah kamu akhirnya sadar…

Mengesankan bahwa dia jelek banget dulu. Padahal dia sadar juga sudaj bagus. Anda harus paham, bisa jadi anda memiliki kesalahan yang sama dalam bentuk berbeda dan anda justru belum sadar itu, apalagi meminta maaf…

Jawaban itu sangat menyakitkan hati sekaligus membuat kesal sangat….

Berpikirlah sebelum menulia

Posted in catatan harian | Leave a comment

Penentu kesuksesan

image

Image | Posted on by | Leave a comment

seminar parenting

Ust. Bendri Jaisyurrahman (@ajobendri)

Keluarga yang sebenarnya adalah keluarga yang bertemu kembali di syurga. Anak kita yang sebenarnya adalah anak yang bertemu kembali di syurga.

Tugas orang tua adalah melakukan kaderisasi iman.

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.

An nisa : 9

Usia psikis anak di indonesia setengah dari usia biologisnya. Misalnya anak usianya sudah dewasa tapi pemikirannya kanak2.

Di zaman Rasulullah usia psikis seorang anak melampaui usia biologisnya.

Pada zaman Rasulullah dan sahabat, kalau anak sudah mimpi basah / menstruasi, sudah layak nikah.

Imam Ahmad bin hambal nikah umur 40 tahun, karena ingin nikah setelah hafal qur’an dan 1 juta hadits

Menurut prof sarlito, mahasiswa saat ini sama dengan SMP 20 tahun lalu.

Saat ini banyak terjadi malpraktek dalam profesi. Kalau malpraktek orang tua akibatnya kelemahan generasi 20 tahun lagi.

Profil anak2 lemah :
Fisik
Skill
Pola pikir
Finansial
Mental dan spiritual

Ciri anak alay :
– jawabannya selalu ” terserah” : gagal berpikir
– nggak bisa men- describe, misal ditanya, tadi disekolah Gmn , ” ya gitu deh”…

Walaupun Nabi Ibrahim diminta menyembelih Ismail secara langsung dari allah swt, dia tetap mengajak diskusi Ismail , melatih daya pikir. Padahal sudah jelas perintah.

Lemah finansial, umur 20 tahun masih minta ortu.
Istilah serem : jamur : janda dibawah umur, profil anak2 perempuan yang hamil muda, nikah trus cerai. Biasanya hamilnya di luar nikah.

Seorang anak perempuan yang tidak dekat dengan ayahnya:
1. Kalau anak sudah ABG akan jatuh ke pelukan laki2 lain
2. Kalau dia berumah tangga, kalau ribut sama suaminya, cenderung menggugat cerai suaminya. Karena dia nggak punya sosok ayah, dia akan punya kesimpulan bahwa semua laki2 jahat.

Hal di atas terjadi karena ayahnya jarang mengungkapkan pernyataan cinta ke anaknya.

Seorang ayah harus menegaskan bahwa dia adalah orang paling mencintai anak perempuan itu dibanding laki2 lain di dunia ini. Tegaskan bahwa jika ada yang mau menyakiti dia, maka ayah yang akan melindunginya.

Bagi anak perempuan, first love-nya adalah ayahnya.

Tantangan luar:
– pola makan dan prestasi serba instan
– kebutuhan materi yang makin tinggi
– teknologi digital yang sedemikian pesat.
– bisnis syahwat semakin merajalela- peredaran narkoba

Jokes : mengurus anak memang susah, karena balasannya syurga. Kalau gampang, hadiahnya voucher pulsa.

Protokol zionis, memperbanyak daycare. Kata para yahudi,Para muslimah, cukuplah kemaluanmu dan rahimmu digunakan, selebihnya masalah anak serahkan kepada kami.

Karena ngejar materi, kebutuhan pengasuhan anak diberi ke daycare / pembantu.

Tantangan ini (materi) sesuai kemampuan kita.

Anak bermasalah cirinya 2:
– bangunnya suka kesiangan
– lama di kamar mandi

Kerusakan pertama manusia adalah kerusakan jam biologis. Anak bermasalah, begadang, bangun kesiangan.

Kalau sayang sama anak, jaga jam biologisnya, malam tidur, pagi bangun.

Sekaya2nya kita kalau bisa, anak nggak punya kamar mandi privat. Kamar mandi adalah tempatnya jin.

Jangan sampai anak jadi anti sosial.

Kenapa Orang dikampung ramah2, dan saya guyubnya tinggi, hasil penelitian, karena “jambannya” di luar, jadi sempat ada interaksi dengan warga lain.

Kita kadang berpatokan pada pengasuhan Orang tua, padahal kebanyakan mereka dasarnya bukan Al Qur’an dan kondisi/ tantangan zamannya beda.

Kita copas gaya pengasuhan orang tua yang bisa jadi beda tantangan.

Tantangan pertama pengasuhan : ketika rumah tak lagi dirindukan.

Sakiinah dari kata sakan, yang artinya rumah, sakiinah, artinya ingin berlama2 di rumah. Karena ada penghuni yang dirindukan.

Tantangan dari dalam:
1. Jenuh
– pola hidup dari kecil yang tidak berubah
– ada rundown harian yang sudah terduga
– fungsi ortu sebagai timer dibandingkan partner dan entertainment
– bosan -> penyebab utama perilaku penyimpangan anak
– hiburan bagi anak ibarat makanan. Kalau tak dikenyangkan di rumah, mereka akan cari jajanan di luar.

Penduduk syurga, selalu ceria, tertawa. Kalau ingin rumah seperti syurga,ciptakan suasana itu.

2. Lonely
– kesepian jiwa meskipun banyak harta
– rumah layaknya terminal
– bicara basa-basi tak pernah ada diskusi keluarga

3. Angry
– anak gampang marah dan takut
– merespon sesuatu dengan barang otak bukan otak besar
– batang otak = otak reptil atau otak refleks
– kurangi membentak ke anak
– sekali bentakan kepada anak, 10.000 sel otak anak rusak.
– anak di bawah 5 tahun, tidak boleh kena teriakan
– stimulasi barang otak:
1. Diancam atau ditakut2i2.

4. Stress / tired
– beban pikiran yang tidak sesuai dengan usia
– tertekan – indikasinya gerakan dan ekspresi minimalis dalam segala suasana
– mendorong dengan cara diancam dibandingkan kabar gembira
– mencetak generasi BISA beragama tapi TIDAK SUKA beragama
– HANGUS VS MATANG

5. Father Hunter
– 75% anak SD sekarang kebanci2an
– ketiadaan ayah secara psikologis
– ayah ATM
– indonesia : fatherless country
– sektor pengasuhan dan pendidikan didominasi ibu2

Dampak father hunger
– rendahnya harga diri anak
– bertingkah ke kanak2an
– terlalu bergantung
– kesulitan menetapkan identitas seksual (cenderung feminim dan hipermaskulin)
– kesulitan dalam belajar

Bangun pagi bagus nya ayah yang lakukan, di mesir, penelitian menunjukkan, anak yang dibangunkan ayahnya lebih berprestasi

Di alqur’an ada 17 dialog pengasuhan anak, 14 di antara : ayah dan anak

Kebanyakan anak rusak karena ayahnya.

Ibu adalah madrasah pertama seorang anak dan ayah adalah kepala sekolahnya

Tugas kepala sekolah :
– membuat nyaman sekolah
– menentukan visi,misi, evaluasi
– program dan menegakkan aturan

Surat ibrahim : 35, 36,37

Hati2 anak yang taat tapi karena takut

Ciri anak tertekan
Gerakan minimalis
Ketika berbicara menatap ke bawah

Bagaimana supaya anak tidak tertekan
Buatlah challenge ke anak
Bahas cara mencapainya

Titik tekan anak lelaki, keluar, produktif
Titik tekan anak perempuan di dalam rumah, menahan diri

Seorang ayah harus hadir:
– Saat anak sedih
– Saat anak sakit
– saat anak berprestasi

Posted in parenting | Leave a comment

Saya Anti Demokrasi

oleh : Emha Ainun Nadjib.

Kalau ada bentrok antara Ustadz dengan Pastur, pihak Depag, Polsek, dan Danramil harus menyalahkan Ustadz, sebab kalau tidak itu namanya diktator mayoritas. Mentang-mentang Ummat Islam mayoritas, asalkan yang mayoritas bukan yang selain Islam – harus mengalah dan wajib kalah. Kalau mayoritas kalah, itu memang sudah seharusnya, asalkan mayoritasnya Islam dan minoritasnya Kristen. Tapi kalau mayoritasnya Kristen dan minoritasnya Islam, Islam yang harus kalah. Baru wajar namaya.

Kalau Khadhafi kurang ajar, yang salah adalah Islam. Kalau Palestina banyak teroris, yang salah adalah Islam. Kalau Saddam Hussein nranyak, yang salah adalah Islam. Tapi kalau Belanda menjajah Indonesia 350 tahun, yang salah bukan Kristen. Kalau amerika Serikat jumawa dan adigang adigung adiguna kepada rakyat Irak, yang salah bukan Kristen. Bahkan sesudah ribuan bom dihujankan di seantero Bagdad, Amerika Serikat lah pemegang sertifikat kebenaran, sementara yang salah pasti adalah Islam.

“Agama” yang paling benar adalah demokrasi. Anti demokrasi sama dengan setan dan iblis. Cara mengukur siapa dan bagaiman yang pro dan yang kontra demokrasi, ditentukan pasti bukan oleh orang Islam. Golongan Islam mendapat jatah menjadi pihak yang diplonco dan dites terus menerus oleh subyektivisme kaum non-Islam.

Kaum Muslimin diwajibkan menjadi penganut demokrasi agar diakui oleh peradaban dunia. Dan untuk mempelajari demokrasi, mereka dilarang membaca kelakuan kecurangan informasi jaringan media massa Barat atas kesunyatan Islam.

Orang-orang non-Muslim, terutama kaum Kristiani dunia, mendapatkan previlese dari Tuhan untuk mempelajari Islam tidak dengan membaca Al-Quran dan menghayati Sunnah Rasulullah Muhammad SAW, melainkan dengan menilai dari sudut pandang mereka. Maka kalau penghuni peradaban global dunia bersikap anti-Islam tanpa melalui apresiasi terhadap Qur’an, saya juga akan siap menyatakan diri sebagai anti-demokrasi karena saya jembek dan muak terhadap kelakuan Amerika Serikat di berbagai belahan dunia. Dan dari sudut itulah demokrasi saya nilai, sebagaimana dari sudut yang semacam juga menilai Islam.

Di Yogya teman-teman musik Kiai Kanjeng membuat nomer-nomer musik, yang karena bersentuhan dengan syair-syair saya, maka merekapun memasuki wilayah musikal Ummi Kaltsum, penyanyi legendaris Mesir. Musik Kiai Kanjeng mengandung unsur Arab, campur Jawa, jazz Negro dan entah apa lagi. Seorang teman menyapa: “Banyak nuansa Arabnya ya ? Mbok lain kali bikin yang etnis ‘gitu…”

Lho kok Arab bukan etnis?

Bukan. Nada-nada arab bukan etnis, melainkan nada Islam. Nada Arab tak diakui sebagai warga etno-musik, karena ia indikatif Islam. Sama-sama kolak, sama-sama sambal, sama-sama lalap, tapi kalau ia Islam-menjadi bukan kolak, bukan sambal, dan bukan lalap.

Kalau Sam Bimbo menyanyikan lagu puji-puji atas Rasul dengan mengambil nada Espanyola, itu primordial namanya. Kalau Gipsy King mentransfer kasidah “Yarim Wadi-sakib…”, itu universal namanya. Bahasa jelasnya begini: apa saja, kalau menonjol Islamnya, pasti primordial, tidak universal, bodoh, ketinggalan jaman, tidak memenuhi kualitas estetik dan tidak bisa masuk jamaah peradaban dunia.

Itulah matahari baru yang kini masih semburat. Tetapi kegelapan yang ditimpakan oleh peradapan yang fasiq dan penuh dhonn kepada Islam, telah terakumulasi sedemikian parahnya. Perlakuan-perlakuan curang atas Islam telah mengendap menjadi gumpalan rasa perih di kalbu jutaan ummat Islam. Kecurangn atas Islam dan Kaum Muslimin itu bahkan diselenggarakan sendiri oleh kaum Muslimin yang mau tidak mau terjerat menjadi bagian dan pelaku dari mekanisme sistem peradaban yang dominan dan tak ada kompetitornya. “Al-Islamu mahjubun bil-muslimin”.

Cahaya Islam ditutupi dan digelapkan oleh orang Islam sendiri. Endapan-endapan dalam kalbu kollektif ummat Islam itu, kalau pada suatu momentum menemukan titik bocor – maka akan meledak. Pemerintah Indonesia kayaknya harus segera mervisi metoda dan strategi penanganan antar ummat beragama. Kita perlu menyelenggarakan ‘sidang pleno’ yang transparan, berhati jernih dan berfikiran adil. Sebab kalau tidak, berarti kita sepakat untuk menabuh pisau dan mesiu untuk peperangan di masa depan.

Copas

Posted in renungan | Leave a comment