Hari ini kan segera berlalu
gemericiknya sudah semakin dekat
dan langkahku kan habis di sini
bersama desahan rerumputan yang semakin liar
kutitipkan mimpi-mimpiku padamu
sebuah ruang yang tak bisa kuselesaikan pembangunannya
sebuah dimensi dimana dunia menjadi seperti seharusnya
dalam bisikan-bisikan yang bersenyuman
aku ternyata tidak hidup untukmu
karena masaku tak sepanjang masamu
namun semoga kau sudah merekam sketsa-sketsa yang kubuat
untuk kau wujudkan dalam bangunan yang lebih nyata
tangan kecilku ternyata tak sanggup tuk menggapainya
namun bisa kutunjukkan kepadamu
bahwa di sana ada dunia yang kita impikan bersama
disana matahari sudah menunggu keluar dengan terangnya
untukku, mungkin sudah saatnya semua sketsa itu aku simpan
setelah aku kirimkan copy-nya untukmu
biarlah ia jadi kenanganku
bahwa aku pernah bermimpi sejauh itu
seperti sudut dunia yang tak terbatas
seperti itulah khayalan kita bisa terbang melayang
kita tak hidup dalam ruang tersekat
kita hidup dalam lapangan yang berbaris-baris
maka jangan hentikan langkahmu disini
sebab pemberhentian itu hanya untukku
dan bukan untukmu
kau pergilah, sejauh kau bisa
mungkin kau akan mengingatku sebentar
namun tak usah kau risau
ada seribu penggantiku yang akan menulis lebih baik
dalam kertas sejarah yang disiapkan
aku tak lebih hanya manusia biasa
bahkan lebih biasa dari yang paling biasa
aku bangga pernah berkesempatan berjalan bersamamu
melewati sungai-sungai keheningan
dan tebing-tebing keramaian
dalam sepi kuselipkan sebuah pesan padamu
tentang suara-suara kedamaian yang jadi impian semua orang
dan masa depan mereka kini ada padamu
dan berjuanglah untuk terus mewujudkannya
karena tak semua orang memiliki mimpi itu
lebih banyak yang berjalan tanpa arah daripada yang memiliki penunjuk
aku mungkin tak bisa lagi berkata kepadamu dalam catatan ini
namun dengarkanlah isi hatiku
dan tunaikanlah kegundahanku atas dunia ini
dan nasib manusia-manusia malang di dalamnya
dulu ku pernah bercerita padamu
tentang hidup seorang pahlawan
yang tak bisa menikmati perjuangannya di kefanaan
namun hidup sejahtera dalam keabadian
dan itulah tujuan kita sebenarnya
“dunia tanpa rasa sakit”
dunia tanpa kegagalan
dunia tanpa kehilangan
sebuah dunia baru yang panjangnya tak hingga
sebuah dunia yang hanya memiliki 2 tempat persinggahannya
dan tak ada antaranya
Insya Allah,
aku akan mengajakmu ke tempat terbaik tersebut
dan semoga Allah swt mengabulkannya
Namun sementara kau menunggu
tolong pelan-pelan kau bukalah buku-buku catatanku
dan jalankanlah semua lamat-lamat
semoga Allah swt meridhai kita semua
dalam perjalanan yang pasti berbatas ini
menuju kebahagiaan dalam keabadian…
Wal akhiratu khoiru wa abqo…
Bekasi, 7 Oktober 2010
09.55 PM
Hendro Tri Rachmadi
Andai mereka tahu
betapa dunia yang kuhadapi tak semudah hitung-hitungan kasar..
Oh, mana harus kupilih…
berteguh dengan kesulitan dan berharap masa depan kupegang penuh
atau menerima “mereka” masuk dan membagi masa depan dengannya..
andai mereka tahu bahwa pilihan ini tak semudah yang dibayangkan
dan kepada siapa ku bisa bercerita tentang dua jalan ini
dan manakah yang akan mengantarku pada kebaikan?
Wallahu ‘Alam
kantor, mangga dua square, jakarta, 26 januari 2011
19.58 WIB
Hendro Tri Rachmadi