Perumpamaan penggunakan jasa desainer grafis bagi pembuatan identitas perusahaan dan media promosi kita ibarat naik kereta.. katakanlah kalau ke Semarang… ada beberapa pilihan untuk ke sana, mulai dari kelas ekonomi (KA Tawang Jaya, harga tiket 36rb-an), kelas bisnis (Fajar/Senja Utama, harga tiket 120rb-an), kelas eksekutif “B” (Kamandanu, harga tiket 180rb-an, dan bisa naik jika Jum’at-Ahad), Kelas Eksekutif A (Argo Muria/Argo Sindhoro, Harga tiket 220rb-an,dan bisa naik jika Jum’at-Ahad)… Ketika kita memilih kelas ekonomi, dengan harga tiket segitu, kita harus “ciptakan sendiri” kenyamanan kita, mulai dari bawa kipas, sewa bantal, sedia stok air (kalau2 toiletnya nggak ada air), sabar dengan banyaknya pedagang, pengamen, pengemis sampai tukang palak dan akhirnya harus berhati2 dengan copet. Sebab kalau kita lalai, maka bisa jadi harusnya untung karena tiket murah (dan sudah pasti jajanannya juga murah), malah buntung karena uang di dompet yang udah diirit-irit malah hilang. Belum lagi masalah waktu, musti banyak2 sabar, soalnya kalau kita simpangan samaa kelas bisnis atau eksekutif bisa2 kita “dikalahkan”.
Kalau di kelas bisnis, soal kenyamanan sudah naik se-level. pedagang2 biasanya hanya ada pas “kereta ngetem” di stasiun. Setelah itu tidak ada. Paling2 yang siap2 kipas, soalnya nggak ada AC. Untuk WC, insya Allah ada lah airnya… Kalau naik eksekutif kelas B (sekelas kamandanu, gajayana, taksaka) kenyamanan sudah lebih bagus, ber AC, tidak gaduh, toilet lengkap dengan airnya, cuma paling2 reclining seat-nya nggak lengkap dan kadang, nggak ada meja makan portable-nya dari kursi kita. Kalau naik eksekutif kelas A, insya Allah semua kenyamanan itu lengkap, mulai dari AC, toliet, tidak ada pedagang masuk, reclining seat lengkap dengaan meja portable, TV, dll dll.
Ya semua itu asal jangan pas nasib kita sudah kurang beruntung saja, seperti waktu itu saya naik kamandanu, AC-nya mati. Nah itu lagi sial aja…
Nah semikian juga ketika kita hendak membuat sebuah media promosi. KIta bisa memilih langsung datang ke percetakan atau ke tukang setting. Untuk yang ini, kita harus banyak mendrive si tukang setting, masalah warna, ilustrasi, foto, font, dst. Intinya kalau perlu kita duduk disaampingnya, mendikte ini itu… Anda juga bisa memutuskan menggunakan jasa freelance designer, yang sudah berpengalaman. Secara tarif, tentu lebih mahal dari tukang setting tadi, tapi insya Allah masih terjangkau. Secara kualitas -asal anda tidak salah pilih- juga insya Allah bagus. Apalagi kalau freelance designer itu, memiliki talenta bagus dan memang berlatar belakang DKV misalnya. Tapi ya pasti anda harus merogoh kocek lebih dalam. Mungkin kelemahannya, ya karena freelance, memang sangat tergantung si orangnya… kadang jika dia lagi penuh, atau ada kerjaan yang lebih tinggi bisa jadi kerjaan kita dikalahkan, atau kalau dia lagi penuh, bisa jadi ide-nya jadi mentok, karena di forsir terus untuk mengeluarkan ide.
PIlihan lain adalah, anda bisa menyewa jasa design agency. Bisa jadi nggak besar-besar banget, tapi dari portfolio-nya anda cocok dan sepertinya memang experience. Kelebihannya adalah biasanya yang mengerjakan bukan satu orang. satu desain bisa dikerjakan 2 orang. Atau bahkan lebih (setidaknya dipembahasan awalnya). Dan kalau menggunakan agency, insya Allah mereka sudah memiliki sistem yang jelas, mulai dari SOP meeting dengan klien, SOP pembuatan desain,sampai dengan pembuatan FAW (Final Artwork), dst. Sehingga hasil desain anda tidak tergantung orang- per orang… sebab mereka juga mempertaruhkan nama agency mereka. kelemahannya, ya merogoh koceknya musti lebih dalam lagi. Tapi hasilnya biasanya lebih tergaransi. Ya kalau nggak sesuai ekspektasi, berarti sama dengan kasus saya, naik kereta kamandanu pas gerbong yang AC-nya mati.
Pilihan alternatif, kalau uang anda cukup banyak, anda bisa menyewa jasa design agency yang sudah “branded” di industri kreatif (seperti Landor Associate, Inkara design, Leboye, dsb)… Kalau karya-karya mereka sudah tidak diragukan lagi deh. Mereka biasa membuatkan desain untuk perusahaan-perusahan besar, multinasional, BUMN sampai dengan lembaga pemerintahan. Soal harga jangan ditanya deh… bisa jadi untuk sebuah logo “saja” dan penerapannya, anda harus merogoh kocek hingga ratusan juta… Soal hasil, ya insya Allah bagus.. soalnya reputasinya juga sudah sangat baik.
Semua itu adalah pilihan. Anda ke Semarang bisa naik kereta mana saja, tergantung tujuan anda. Apakah “sekedar” selamat sampai Semarang, atau ingin “lebih aman”, atau ingin sampai dengan “aman, nyaman dan hemat waktu”… Demikian pula dalam membuat corporate identity atau media promosi usaha anda. Anda bisa pergi ke tukang setting, freelance designer, design agency atau “branded” design agency.. semua tergantung anda, tergantung tujuan anda, pencapaian anda, kualitas hasil, kualitas layanan, waktu, dan tentunya budget anda.
Semua bisa membantu anda mencapai tujuan. Yang salah adalah kalau anda punya usaha, lalu diam saja, menunggu nyamuk masuk ke sarang laba-laba… ya kalau laba-laba mah memang ditakdirkan begitu. Tapi kalau manusia? Sudah pasti harus berikhtiar, mengejar rezeki kita…
So??? Selamat memilih… semoga kita mencapai tujuan masing-masing..
Salam sukses
Hendro Tri Rachmadi
Direktur CV. Simple Studio Indonesia
www.simplestudioindonesia.com
we communicate your message